All Products, Food Supplement, Multivitamin

Q HART

Q-HART

KOMPOSISI
Tiap kaplet salut selaput mengandung:

Coenzym Q10 100 mg
L-Carnitine Fumarate 200 mg
Vitamin E 50 mg
Nattokinase 100 mg

KEGUNAAN

  • Membantu memelihara kesehatan jantung
  • Sebagai Antioksidan

CARA PEMAKAIAN
1 – 2 kaplet salut selaput, sehari


KEMASAN & SEDIAAN
3 strip @ 10 kaplet salut selaput

Simpan pada suhu di bawah 30 °C

 

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

News & Articles

Ayurveda dan Perkembangan Teknologi Kesehatan Moderen

Kini telah banyak dokter yang tertarik untuk mencoba pengobatan holistik, suatu bentuk yang melibatkan kondisi tubuh, mental, sosial lingkungan dan bahkan hingga dimensi spiritual yang akan mengungkapkan faktor-faktor yang memicu suatu penyakit. Nutrisi yang baik dan seimbang serta olahraga teratur menjadi sangat penting bagi pengobatan holistik. Tetapi kestabilan emosi dan spiritual juga harus diperhatikan sehingga kondisi yang optimal akan tercipta. Ayurveda adalah salah satu terapi alternatif yang fokus untuk meningkatkan proses penyembuhan sendiri, untuk memperbaiki keselarasan antara gerak tubuh dan elemen biokimia dari tubuh, pikiran dan emosi.

Ayurveda adalah konsep atau ilmu kesehatan yang tercatat di dalam “veda”, kitab sastra tertua di dunia, pada 4000 tahun yang lalu. Dalam bahasa sansekerta, Ayur berarti kehidupan sedangkan Veda berarti pengetahuan, sehingga “Ayurveda”secara harfiah bermakna Ilmu Kehidupan.

Prinsip dasar dari Ayurveda adalah mencegah timbulnya penyakit dengan menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, jiwa dan lingkungan. Konsep kesehatan Ayurveda telah mencakup seluruh sistem kehidupan manusia sehingga menjadikan Ayurveda sebagai sistem pengobatan dan perawatan kesehatan terlengkap di dunia.

Ayurveda berasal dari India dan telah tersebar luas ke Mesir, Yunani, Timur Tengah dan Roma. Pada 700 tahun sebelum masehi, para ilmuwan dari daratan Cina telah mempelajari Ayurveda di India. Para biksu-biksu Buddha juga turut memperkenalkan obat-obatan Ayurveda ke berbagai negara seperti Tibet, Burma, Cina dan Jepang. Obat-obatan dan herbal yang berasal dari daratan Cina dan begitu terkenal saat ini, juga merupakan bagian dari konsep kesehatan Ayurveda. Prinsip dasar dari Ayurveda adalah mencegah timbulnya penyakit dengan menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, jiwa dan lingkungan. Konsep kesehatan Ayurveda telah mencakup seluruh sistem kehidupan manusia sehingga menjadikan Ayurveda sebagai sistem pengobatan dan perawatan kesehatan terlengkap di dunia saat ini.

Ayurveda secara khusus menggunakan tumbuhan untuk membenahi ketidakseimbangan yang terjadi pada tubuh manusia sebelum berkembang menjadi penyakit. Dengan menggabungkan beberapa jenis tumbuhan/herbal, Ayurveda telah terbukti mampu mengatasi berbagai gangguan kesehatan yang terjadi pada tubuh manusia.

Menurut Ayurveda, setiap orang memiliki energi kehidupan (Doshas), yang terdiri dari Vata atau udara, Pitta atau panas, dan Kapha atau air. Penyakit terjadi jika ke-3 elemen ini tidak seimbang. Lingkungan, polusi udara, makanan, minuman, dan faktor genetik dapat menyebabkan ketidak-seimbangan doshas. Menjaga keseimbangan doshas ini adalah kunci dari pengobatan Ayurveda.

Ayurveda bekerja secara menyeluruh, tidak hanya menghilangkan gejala yang timbul, tetapi juga bekerja mencegah penyakit dan menghilangkan akar penyakit. Ayurveda menggunakan seluruh sumber kekayaan alam untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan manusia.

Ayurveda telah banyak dipergunakan dalam sistem pengobatan modern. Hal ini dipicu oleh banyaknya penelitian-penelitian ilmiah yang dilakukan dan telah membuktikan betapa efektifnya peran tumbuh-tumbuhan/herbal pada kesehatan manusia.

Saat ini dimana teknologi kedokteran sedang berkembang dengan pesat, seperti dengan adanya terapi gen, bedah sinar laser, alat deteksi teknologi tinggi seperti CT-Scan, USG, Rontgen, namun pengobatan alami juga mengalami kemajuan yang luar biasa. Tidak hanya di negara-negara berkembang, di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa, pola hidup kembali ke alam, juga sedang menjadi tren, dimana pengobatan herbal juga saling melengkapi dengan pengobatan kimiawi.

Sumber: KabarSehat.com

All Products

GESTAMAG Tablet

 

GESTAMAG Tablet

KOMPOSISI
Tiap tablet kunyah mengandung:

Simethicone 50 mg
Aluminium hydroxide 250 mg
Magnesium hydroxide 250 mg

CARA KERJA OBAT
Kombinasi Aluminium Hydroxide dan Magnesium Hydroxide merupakan antasida yang bekerja menetralkan asam lambung dan menonaktifkan pepsin sehingga rasa nyeri ulu hati akibat iritasi oleh asam lambung dan pepsin berkurang. Disamping itu efek laksatif dari Magnesium Hydroxide akan mengurangi efek konstipasi dari Aluminium Hydroxide. Simethicone mengurangi gelembung- gelembung gas dalam saluran cerna yang menyebabkan rasa kembung berkurang.


INDIKASI
Untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung, gastritis, tukak lambung, tukak usus dua belas jari, dengan gejala-gejala seperti mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati, kembung, dan perasaan penuh pada lambung.


KONTRAINDIKASI
Jangan diberikan pada penderita gangguan fungsi ginjal yang berat, karena dapat menimbulkan hipermagnesemia (kadar magnesium dalam darah meningkat).


DOSIS
Dewasa: 1 – 2 tablet kunyah, 3 – 4 kali sehari.
Anak-anak 6 – 12 tahun: ½ – 1 tablet kunyah, 3 – 4 kali sehari.
Diminum 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan dan menjelang tidur, sebaiknya tablet dikunyah terlebih dulu.


EFEK SAMPING
Efek samping yang umum adalah sembelit, diare, mual, muntah dan gejala-gejala tersebut akan hilang bila pemakaian obat diberhentikan.


PERINGATAN PERHATIAN

  • Tidak dianjurkan digunakan terus-menerus lebih dari 2 minggu, kecuali atas petunjuk dokter.
  • Bila sedang menggunakan obat tukak lambung lain seperti cimetidine atau antibiotik tetrasiklin, harap diberikan dengan selang waktu 1-2 jam.
  • Tidak dianjurkan pemberian pada anak-anak di bawah 6 tahun kecuali atas petunjuk dokter, karena biasanya kurang jelas penyebab gangguan penyakitnya.
  • Hati-hati pemberian pada penderita diet fosfor rendah dan pemakaian lama karena dapat mengurangi kadar fosfor dalam darah.

INTERAKSI OBAT
Pemberian bersama-sama dengan simetidin atau tetrasiklin dapat mengurangi absorpsi obat tersebut.


KEMASAN
Dus, 10 amplop @ 1 blister @ 10 tablet kunyah

Reg. No DBL 8716101763A1

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30 °C

All Products

GINKONA

GINKONA

Komposisi:
Tiap tablet mengandung 40 mg ekstrak Ginkgo biloba dari daun yang dikeringkan.


Khasiat dan Kegunaan:
Memelihara kesehatan.


Dosis:
3×1 tablet sehari atau sesuai petunjuk dokter


Peringatan Perhatian:

  • Tidak boleh digunakan untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun.
  • Tidak boleh digunakan bagi orang normal untuk pemakaian rutin dengan tujuan seperti yang dimaksud dalam indikasi.
  • Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui serta anak-anak.
  • Pada pemakaian jangka panjang harus dipantau dengan pemeriksaan waktu pendarahan (bleeding time).
  • Tidak boleh digunakan bersama dengan obat yang menghambat pembekuan darah seperti; Warfarin dan acetoisal.
  • Tidak boleh digunakan bersama dengan minuman yang mengandung kafein.

Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap Ginkgo biloba.
Penderita cenderung untuk pendarahan.


Efek Samping:
Dapat menyebabkan sakit kepala, gangguan saluran cerna, alergi kulit, trombositopenia (jumlah sel pembeku darah menurun).
Dapat pula menimbulkan mimisan (epistaksis) dan pendarahan di bawah kulit (purpura).


Kemasan:
Dus, 5 x 6 tablet @ 250 mg

POM TR 082 590 131

Simpan di tempat kering dan sejuk

All Products, Obstetric Gynecology, Surgery

BLOODSTOP

BloodSTOP

 

Aturan Penggunaan
BloodSTOP® kasa hemostat terbuat dari serat natural esterifikasi selulosa yang teroksidasi, larut dalam air dan biocompatible. Apabila material BloodSTOP® berkontak dengan darah dan eksudat, akan berubah menjadi gel jernih yang kemudian berubah seperti area luka dan akan menutupi luka.


Petunjuk Penggunaan
Untuk penggunaan emergensi dan terapetik dalam mengontrol pendarahan dari kulit dan permukaan lainnya yang luka, apabila kontrol pendarahan sementara diperlukan.

Petunjuk:

  1. Lipat BloodSTOP menjadi dua bagian permukaan. Gunakan pada luka yang telah dibersihkan dengan instrument kering atau sarung tangan.
  2. Tekan bagian yang luka.
  3. Tambahkan BloodSTOP jika diperlukan. Lembabkan dengan larutan saline, jika diperlukan supaya menempel pada permukaan kulit.
  4. Kombinasi dengan pembalut luka standard lainnya untuk perlindungan lebih lanjut jika diperlukan.
  5. Untuk mengeluarkan material BloodSTOP yang berlebihan, cuci dengan air atau larutan saline dan tekan dengan lembut jika diperlukan.
  6. Bila pendarahan masih ada, ulangi kembali cara di atas.

Pendarahan di Hidung:

  1. Potong BloodSTOP menjadi strip berukuran 0.5”x2”. Gunakan pingset kering untuk menaruh strip BloodSTOP ke dalam nostril yang berdarah, taruh lebih dekat ke dalam jaringan yang robek. Berikan tekanan.
  2. Setelah pendarahan berhenti dengan sempurna, cuci bersih dengan air.

Peringatan
Jangan digunakan untuk ekstraksi gigi. Dalam kasus pembengkakan atau kemerahan, hentikan penggunaan BloodStop

Simpan BloodStop di tempat yang sejuk dan kering untuk maximum masa simpan produk.

Isi: serat natural esterifikasi selulosa yang teroksidasi


KEMASAN
BloodSTOP ukuran 5 x 5 cm
BloodSTOP ukuran 5 x 10 cm


KEMENKES RI AKL 21603610553

All Products

ALOMET

ALOMET 5 & 10
ALOMET 5 & 10

KOMPOSISI
ALOMET® 5 mg tablet
Tiap tablet mengandung:
Amlodipine besylate setara dengan amlodipine basa 5 mg
ALOMET® 10 mg tablet
Tiap tablet mengandung:
Amlodipine besylate setara dengan amlodipine basa 10 mg


FARMAKOLOGI

Farmakodinamik:
Merupakan derivat dihidropiridin dengan waktu paruh yang panjang. Meringankan kerja jantung dan menurunkan resistensi perifer. Tidak berefek pada aritmia supraventrikular.

Mekanisme kerja:
Menghalangi masuknya ion kalsium ke dalam sel otot jantung dan otot halus pembuluh darah.

Efek farmakodinamik:
Vasodilatasi dengan pengurangan resistensi pembuluh perifer mengurangi afterload dan menurunkan tekanan darah yang naik. Karena denyut jantung tidak terpengaruh, pengurangan kerja jantung akan mengurangi konsumsi energi dan kebutuhan oksigen pada jantung. Hal ini dan dilatasi dari pembuluh koroner, menjelaskan efek dari amlodipine pada angina pektoris. Pada pasien dengan hipertensi, dosis satu kali sehari menunjukkan hasil yang signifikan secara klinis yaitu penurunan dari tekanan darah posisi tidur dan berbaring selama 24 jam. Karena adanya efek inisial yang lambat, ada sedikit bahaya dari hipotensi akut. Diminum setiap hari oleh pasien dengan angina pektoris, amlodipine meningkatkan kapasitas latihan total dan meningkatkan waktu ke serangan angina dan ke 1 mm depresi segmen ST. Frekuensi dari serangan angina dan penggunaan nitrogliserin menurun. Amlodipine belum ditunjukkan menyebabkan efek samping metabolik atau perubahan dalam lemak darah. Amlodipine dapat digunakan pada pasien dengan asma, diabetes, dan gout. Pada pasien dengan gagal jantung di kelas II-III NYHA, amlodipine belum ditunjukkan menyebabkan penurunan klinis sebagaimana diukur oleh toleransi latihan, ejeksi fraksi ventrikel kiri dan gejala klinis. Pada pasien dengan kelas III-IV NYHA yang diobati dengan digitalis, diuretik dan ACE inhibitor, amlodipine tidak menunjukkan menyebabkan peninggian resiko mortalitas atau morbiditas, tetapi berhubungan dengan peningkatan insidensi edema paru.


INDIKASI

  • Hipertensi
  • Angina stabil dan/atau angina Prinzmetal/variant

POSOLOGI
Posologi dan cara pemberian
Dosis awal biasanya 5 mg per hari. Jika dibutuhkan dapat ditingkatkan hingga 10 mg per hari. Tidak diperlukan penyesuaian dosis amlodipine saat penggunaan bersamaan dengan tiazid, beta-bloker atau ACE inhibitor. Pasien usia lanjut dan pasien dengan insufisiensi hepatik dapat mulai dengan 2,5 mg satu hari satu kali dan dosis ini dapat digunakan ketika menambahkan amlodipine ke terapi antihipertensi lainnya. Efikasi dan keamanan pada anak-anak belum diselidiki.


KONTRAINDIKASI
Hipersensitivitas terhadap dihidropiridin (amlodipine, nifedipine, felodipine, isradipine) atau eksipien-nya. Kehamilan (lihat bagian Kehamilan dan Menyusui) Hipertensi yang berat.

  • Pasien dengan penyakit Ischemic heart disease.
  • Pasien dengan penyakit Peripheral arterial disease.
  • Pasien dengan penyakit Cerebrovascular disease.
  • Pasien dengan penyakit Congestive heart failure (New York Heart Association [NYHA] Classification II-IV).
  • Penderita yang hipersensitif terhadap Diclofenac potassium.
  • Penderita tukak lambung atau usus.
  • Penderita asma, urtikaria, rhinitis akut yang ditimbulkan oleh asam asetilsalisilat atau NSAID lainnya.

INTERAKSI OBAT
Amlodipine telah dengan aman diberikan bersama diuretik thiazide, beta blocker, ACE inhibitor, nitrat kerja lama, nitrogliserin sublingual, AINS, antibiotik dan obat hipoglikemik oral. Penelitian khusus mengindikasikan bahwa pemberian bersama dari Amlodipine dan Digoxin tidak mengubah tingkat Digoxin dalam serum atau klirens ginjal dari Digoxin pada sukarelawan normal, dan bahwa pemberian bersama dari Cimetidine tidak mengubah farmakokinetik dari Amlodipine. Data in-vitro dari penelitian dengan plasma manusia mengindikasikan bahwa Amlodipine tidak mempunyai efek pada ikatan protein dengan obat yang diuji (Digoxin, phenytoin, warfarin, atau indomethacin). Pada sukarelawan pria sehat, pemberian bersama dari Amlodipine tidak secara signifikan mengubah efek dari warfarin terhadap waktu respon protrombin.


PERHATIAN DAN PERINGATAN

  • Dianjurkan untuk waspada untuk pemberian dosis tinggi pada pasien usia lanjut, karena klirens tampaknya berkurang, menghasilkan konsentrasi plasma yang meninggi. Waktu paruh menjadi panjang pada pasien dengan kerusakan hati dan sediannya karena itu harus digunakan dengan hati-hati pada pasien-pasien ini.
  • Penggunaan pada pasien dengan kerusakan fungsi hati: seperti dengan semua antagonis kalsium. Waktu paruh amlodipine menjadi lebih lama dan rekomendasi dosis belum ditetapkan. Karena itu obat ini sebaiknya diberikan dengan hati-hati pada pasien-pasien ini.
  • Penggunaan pada pasien dengan kerusakan fungsi ginjal: Amlodipine dimetabolisme secara ekstensif menjadi metabolit aktif dengan 10% diekskresikan sebagai bentuk obat yang tidak berubah dalam urin. Perubahan dalam Amlodipine dapat digunakan pada pasien ini dengan dosis normal. Amlodipine tidak dapat di-dialisis.

Pasien dengan gagal jantung:
Hubungan antara amlodipine dan peningkatan insidensi edema paru sudah tampak pada pasien dengan gagal jantung NYHA III dan IV dengan etiologi non-iskemik (lihat Farmakodinamik). Interaksi dengan produk pengobatan lainnya dan bentuk interaksi lainnya (lihat Interaksi Obat)

Kehamilan dan Menyusui
Kehamilan: lihat Kontraindikasi
Efek farmakodinamik yang berhubungan dengan hipotensi pada Ibu dapat menyebabkan hipoksia janin. Pada dosis tinggi perinatal, perpanjangan waktu lahir dan peningkatan dari lahir mati telah diamati pada tikus. Sediaan ini hanya boleh digunakan jika diindikasikan secara kuat

Menyusui: Tidak diketahui apakah anak yang menyusu dapat terkena efek yang merusak. Karena itu, sediaan ini sebaiknya tidak digunakan selama menyusui. Efek pada kemampuan mengemudi dan pengoperasian mesin Amlodipine secara normal dipertimbangkan tidak memiliki atau memiliki efek yang tidak signifikan terhadap kemampuan mengemudi atau mengoperasikan mesin.

Efek yang tidak diinginkan
Amlodipine biasanya ditoleransi dengan baik. Pada penelitian dengan kontrol plasebo pada pasien dengan hipertensi atau angina, efek samping yang paling sering adalah:

  • Reaksi neurologi: rasa pusing, sakit kepala, wajah memerah, flushing, somnolen
  • Reaksi secara umum: kelelahan otot
  • Reaksi kardiovaskular: edema perifer (terutama pada pergelangan kaki), palpitasi
  • Reaksi gastrointestinal: nyeri abdomen, mual
  • Reaksi psikiatrik: rasa kantuk Reaksi sampingan yang lebih jarang yang diamati setelah pemasaran adalah:
  • Reaksi neurologis: hipertensi, hipestesia/parestesia, neuropati perifer, tremor, mulut kering
  • Reaksi secara umum: astenia, nyeri punggung, lemas, nyeri, kenaikan/kehilangan berat badan
  • Reaksi kardiovaskular: hipotensi, sinkop, vaskulitis
  • Reaksi endokrin: ginekomastia, keringat bertambah
  • Reaksi gastrointestinal: perubahan kebiasaan pada usus, dispepsia(termasuk gastritis), hiperplasia gusi, pankreatitis, muntah
  • Kelainan metabolik dan nutrisi: hiperglikemia
  • Reaksi pada otot, jaringan ikat dan tulang: arthralgia, kram otot, myalgia
  • Reaksi pada sistem peredaran darah dan limfe: purpura, trombositopenia, leukopenia
  • Reaksi psikiatri: impotensi, insomnia, perubahan suasana hati.
  • Reaksi pernapasan: batuk, sesak nafas
  • Reaksi pada kulit dan jaringan subkutan: alopecia, perubahan warna kulit
  • Indra khusus: perubahan perasa
  • Reaksi pada telinga dan labirin: tinnitus
  • Reaksi mata: gangguan penglihatan
  • Reaksi pada ginjal dan saluran kemih: peningkatan frekuensi berkemih
  • Reaksi alergi yang jarang termasuk: pruritus, rash, angioedema, dan eritema multiform. Hepatitis, Jaundice dan kenaikan enzim hepar juga telah dilaporkan pada kasus yang jarang (biasanya dengan kolestasis) yang terkadang cukup serius hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit. Pada beberapa kasus, hubungan kausal dengan amlodipine tidak pasti. Infark miokard, aritmia (termasuk bradikardi, takikardia ventrikel dan fibrilasi atrium) dan nyeri dada telah dilaporkan pada kasus yang jarang, tetapi hubungan yang pasti dengan pengobatan belum ditetapkan.

OVERDOSIS

  • Pengalaman dengan overdosis secara internasional adalah terbatas.
  • Gastric lavage dapat digunakan pada beberapa kasus.
  • Overdosis yang berat dapat menyebabkan vasodilatasi perifer yang berlebihan mengakibatkan hipotensi yang jelas dan kemungkinan diperpanjang.
  • Hipotensi signifikan yang diakibatkan overdosis amlodipine membutuhkan bantuan kardiovaskular aktif termasuk pengawasan frekuentif dari fungsi jantung dan pernapasan, ekstremitas ditinggikan, dan perhatian pada volume cairan yang beredar dan pengeluaran urin.
  • Vasokonstriktor mungkin dapat membantu dalam mengembalikan tonus vaskular dan tekanan darah, dalam keadaan tidak ada kontraindikasi dalam penggunaannya.
  • Kalsium glukonat intravena dapat bermanfaat dalam memberikan efek dari pemblokiran saluran kalsium.
  • Karena amlodipine terikat kuat dengan protein, dialisis sepertinya tidak bermanfaat.

 


SEDIAAN

ALOMET® 5 mg Tablet
Tersedia dalam dus isi 3 blister @ 10 tablet
Reg. No. DKL 1616111910 A1

ALOMET® 10 mg Tablet
Tersedia dalam dus isi 3 blister @ 10 tablet
Reg. No. DKL 1616111910 B1

Simpan di bawah suhu 30 OC

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

All Products, Internist, Surgery, Therapeutic

GESTAMAG Suspensi

GESTAMAG SUSPENSI

KOMPOSISI
Tiap 5 mL suspensi mengandung:

Simethicone 50 mg
Aluminium hydroxide 250 mg
Magnesium hydroxide 250 mg

CARA KERJA OBAT
Kombinasi Aluminium Hydroxide dan Magnesium Hydroxide merupakan antasida yang bekerja menetralkan asam lambung dan menonaktifkan pepsin sehingga rasa nyeri ulu hati akibat iritasi oleh asam lambung dan pepsin berkurang. Disamping itu efek laksatif dari Magnesium Hydroxide akan mengurangi efek konstipasi dari Aluminium Hydroxide. Simethicone mengurangi gelembung- gelembung gas dalam saluran cerna yang menyebabkan rasa kembung berkurang.


INDIKASI
Untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung, gastritis, tukak lambung, tukak usus dua belas jari, dengan gejala-gejala seperti mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati, kembung, dan perasaan penuh pada lambung.


KONTRAINDIKASI
Jangan diberikan pada penderita gangguan fungsi ginjal yang berat, karena dapat menimbulkan hipermagnesemia (kadar magnesium dalam darah meningkat).


DOSIS
Dewasa: 1 – 2 sendok takar (5 – 10 mL), 3 – 4 kali sehari.
Anak-anak 6–12 tahun: ½ – 1 sendok takar (2,5 – 5 mL), 3–4 kali sehari.
Diminum 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan dan menjelang tidur.


EFEK SAMPING
Efek samping yang umum adalah sembelit, diare, mual, muntah dan gejala-gejala tersebut akan hilang bila pemakaian obat diberhentikan.


PERINGATAN PERHATIAN

  • Tidak dianjurkan digunakan terus-menerus lebih dari 2 minggu, kecuali atas petunjuk dokter.
  • Bila sedang menggunakan obat tukak lambung lain seperti cimetidine atau antibiotik tetrasiklin, harap diberikan dengan selang waktu 1-2 jam.
  • Tidak dianjurkan pemberian pada anak-anak di bawah 6 tahun kecuali atas petunjuk dokter, karena biasanya kurang jelas penyebab gangguan penyakitnya.
  • Hati-hati pemberian pada penderita diet fosfor rendah dan pemakaian lama karena dapat mengurangi kadar fosfor dalam darah.

INTERAKSI OBAT
Pemberian bersama-sama dengan simetidin atau tetrasiklin dapat mengurangi absorpsi obat tersebut.


KEMASAN
Botol, 100 mL

Reg.No. DBL 8816103833A1

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30 °C

All Products, Multivitamin, Obstetric Gynecology, Surgery

DIABION

DIABION
DIABION

KOMPOSISI
Tiap kapsul mengandung:

 %AKG
Ferrous gluconate 250 mg 145 %
Manganese sulphate 0.2 mg 4 %
Copper gluconate 0.4 mg 6 %
Vitamin C 50 mg 60 %
Folic acid 0.8 mg 200 %
Vitamin B12 7.5 mcg 315 %

% AKG* berdasarkan kebutuhan energi 2150 kkal
Bahan tambahan: Sorbitol, Vanilla essence, Gelatin (bovine)


INDIKASI
Membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada keadaan anemia karena kekurangan zat besi.


KONTRAINDIKASI
Akumulasi Fe, gangguan pada penggunaan Fe.


DOSIS
1 kapsul sehari pada waktu atau sesudah makan


EFEK SAMPING
Gangguan pada saluran pencernaan.


PERINGATAN DAN PERHATIAN
Setelah minum obat ini feses menjadi hitam.


KEMASAN
Dus, 10 strip @ 10 kapsul

Simpan pada suhu di bawah 30° C

Reg. No.