All Products, Internist, Obstetric Gynecology, Pediatric, Surgery, Therapeutic

PANTOMET

PANTOMET Serbuk Injeksi Steril - Pantoprazole
PANTOMET Serbuk Injeksi Steril – Pantoprazole

KOMPOSISI
Tiap vial mengandung:
Pantoprazole sodium 124 mg
setara dengan Pantoprazole 40 mg


BENTUK SEDIAAN
Serbuk Injeksi Steril i.v


FARMAKOLOGI

Pantoprazole merupakan bentuk substitusi dari benzimidazole yang menghambat sekresi dari asam hidroklorida di lambung dengan mekanisme kerja menghambat proton pump pada sel parietal. Pantoprazole diubah menjadi bentuk aktifnya ketika berada di kondisi asam pada sel parietal dimana Pantoprazole menghambat enzim H+ , K+ – ATP – ase, yaitu pada tahap akhir produksi asam hidroklorida di lambung. Penghambatan ini bergantung pada dosis yang digunakan dan mempengaruhi semua reseptor inhibitor, terapi dengan Pantoprazole akan menyebabkan berkurangnya keasaman di lambung dan dengan demikian akan menyebabkan peningkatan gastrin secara proporsional sebagai akibat berkurangnya keasaman tersebut. Peningkatan pada gastrin ini bersifat reversible. Karena Pantoprazole terikat pada distal enzim pada tingkat reseptor sel, substansi tersebut dapat mempengaruhi sekresi asam hidroklorida secara bebas dari pengaruh stimulasi substansi lainnya (asetikolin, histamine, gastrin). Efek yang ditimbulkan produk ini sama, baik diberikan secara oral maupun secara intravena.


INDIKASI
  • Tukak Duodenum/usus
  • Tukak lambung
  • Beberapa kasus inflamasi menengah dan parah pada esofagus (refluks esofagitis).
  • Untuk pengobatan pada kondisi hipersekresi patologis yang berkaitan dengan sindrom Zollinger-Ellison atau kondisi neoplastik lain.

DOSIS

40 mg / hari


KONTRA INDIKASI

Pantoprazole i.v. jangan digunakan untuk pasien yang hipersensitif terhadap produk ini.


PERINGATAN PERHATIAN

Pemberian secara intravena direkomendasikan hanya bila pemberian secara oral tidak dimungkinkan. Pantoprazole tidak diindikasikan untuk gangguan gastrointestinal ringan seperti dispepsia saraf. Sebelum menggunakan Pantoprazole, harus dipastikan terlebih dahulu bahwa pasien tidak mengidap tumor lambung atau kelainan esophagus, dikarenakan Pantoprazole dapat menutupi gejala tumor, sehingga memungkinkan terjadinya penghambatan diagnosa. Diagnosa reflux esofagitis harus ditentukan dengan endoskopi. Dosis harian Pantoprazole 40 mg sebaiknya tidak dilebihkan pada pasien geriatri dengan gangguan ginjal dan hati yang berat. Pada pasien dengan gangguan hati yang berat dosis harian dikurangi menjadi 20 mg Pantoprazole. Selain itu pada pasien gangguan hati yang berat, harus dimonitoring pengobatannya. Pada kasus meningkatnya kadar enzim hati, Pantoprazole harus dihentikan. Sampai saat ini belum ada pengalaman untuk pengobatan untuk anak-anak.

Kehamilan dan laktasi.
Penelitian klinis pada wanita hamil masih terbatas. Pada studi reproduksi hewan, tanda-tanda kecil fitotoksisitas diamati pada dosis diatas 5 mg/kg. Belum ada informasi terjadinya ekskresi Pantoprazole pada ibu menyusui. Pantoprazole sebaiknya digunakan hanya jika manfaat lebih besar daripada potensi resiko pada janin atau bayi.

Efek pada pengemudi kendaraan dan mesin.
Belum diketahui efeknya terhadap pengemudi kendaraan dan mesin.


EFEK SAMPING

Perubahan absorbsi harus diobservasi saat penggunaan bersama dengan obat yang absorbsinya dipengaruhi oleh pH, misalnya: ketoconazole. Zat aktif Pantoprazole i.v. dimetabolisme di hati oleh sistem enzim sitokrom P450. Interaksi Pantoprazole dengan obat lain yang dimetabolisme oleh enzim yang sama tidak dapat dikecualikan. Tidak ada interaksi klinis yang signifikan, tetapi bagaimanapun diperlukan observasi dengan uji spesifik dengan sejumlah obat seperti carbamazepine, caffeine, diazepam, diclofenac, digoxin, ethanol, glibenclamide, metoprolol, naproxen, nifedipine, phenytoin, piroxicam, theophylline, dan kontrasepsi oral. Meskipun tidak ada interaksi selama penggunaan bersama dengan phenprocoumon atau warfarin yang ditunjukan pada studi farmakokinetik. Pada beberapa kasus, terdapat perubahan pada INR yang pernah dilaporkan selama pengobatan pada periode post marketing. Oleh karena itu, pada pasien yang menggunakan antikoagulan kumarin, monitoring prothrombin time/INR direkomendasikan setelah inisiasi, penghentian atau selama penggunaan Pantoprazole yang tidak rutin. Tidak ditemukan terjadinya interaksi pada penggunaan bersama dengan antasida.


OVERDOSIS

Tidak diketahui over dosis pada manusia. Dosis hingga 240 mg i.v. diberikan setelah 2 menit dengan toleransi yang baik. Dalam kasus overdosis dengan gejala klinis intoksikasi, dapat dilakukan terapi intoksikasi seperti biasa.


PENYIMPANAN

Sebelum dan setelah rekonstitusi, simpan dalam ruang ber-AC (suhu di bawah 25°C) dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembaban. Gunakan larutan sebelum 8 jam setelah rekonstitusi.


KEMASAN
Dus 1 Vial @ 40 mg

Reg. No. DKL1516111844A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER