KOLESKOL

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print
KOLESKOL Tablet, Paravastatin Sodium 10 mg, Metiska Farma

KOMPOSISI
Pravastatin sodium 10 mg

Pravastatin sodium merupakan senyawa penurun lipid, bekerja secara kompetitif menghambat 3-Hydroxy-3methylglutaryl-coenzyme A (HMG CO-A) reductase, suatu enzim yang bekerja pada tahap awal biosintesa kolesterol, pada perubahan HMG CO-A menjadi mevalonet.

  • Terapi dengan “Lipid-altering agents” dapat dipertimbangkan penggunaannya pada individu yang mengalami peningkatan resiko atherosklerosis vaskuler yang disebabkan oleh hiperkolesterolemia.
  • Terapi dengan “Lipid-altering agents” merupakan penunjang pada diet ketat, bila respon terhadap diet dan pengobatan non-Farmakologi tunggal lainnya tidak memadai.
  • Penyakit jantung pada penderita hiperkolesterolemia, obat ini diindikasikan untuk:
    – Mengurangi resiko infark miokardial.
    – Mengurangi resiko pasien menjalani prosedur revaskularisasi miokardial.
    – Mengurangi resiko mortalitas kardiiovaskuler dengan tidak meningkatkan kematian dari penyebab non-kardiovaskuler.
  • Atherosklerosis:
    – Pada pasien hiperkolesterolemia dengan penyakit arteri koroner diindikasikan untuk:
    – Menghambat laju atherosklerosis koroner.
    – Mengurangi resiko koroner akut.
  • Hiperkolesterolemia:
    Di-indikasikan untuk mengurangi kadar kolesterol total dari LDL, pada pasien dengan hiperkolesterolemia primer (tipe II a dan tipe II b).

 Sebelum memulai terapi dengan Pravastatin, agar dihilangkan terlebih dahulu penyebab sekunder dari hiperkolesterolemia (seperti diabetes melitus yang tidak terkontrol, hipotiroid, sindrom nefrotik, disproteinemia, penyakit hati obstruktif, terapi dengan obat lain, alkoholis), dan lakukan pengukuran profil kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida (TG).

Pasien harus melakukan diet penggunaan kolesterol sebelum dan selama pengobatan dengan pravastatin.

  • Dosis awal yang dianjurkan 10 mg atau 20 mg 1 x sehari pada malam hari. Penderita hiperkolesterolemia primer yang mempunyai sejarah penyakit disfungsi hati atau ginjal, orang tua : dosis awal yang dianjurkan 10 mg sehari pada malam hari. Efek maksimum dapat terlihat dalam 4 minggu, dilakukanpengukuran kadar lipid dalam periode tersebut dan dilakukan penyesuaian dosis untuk menetapkan pengobatan berikutnya.
    Range dosis yang dianjurkan pada umumnya 10 – 40 mg diberikan 1 kali sehari malam hari. Pada penderita usia lanjut, pengurangan maksimum kolesterol LDL dapat diperoleh pada dosis harian 20 mg atau kurang.
  • Pemberian bersama-sama dengan obat-obat immunosupresan (seperti siklosporin) dimulai dengan 10 mg pravastatin sekali sehari pada malam hari.
    Penyesuaian dosis selanjutnya dengan hati-hati.
  • Selama terapi dengan pravastatin harus dilakukan pemeriksaan secara periodik pada pasien yang mengalami peningkatankadar serum transaminase, perhatian khusus berupa pengukuran kadar transaminase harus dilakukan jika terjadi peningkatan yang menetap (hingga 3 kali batas normal atas) pengobatan segera dihentikan.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien alkoholis dan atau yang mempunyai riwayat penyakit hati.
  • Pada penggunaan jangka panjang dianjurkan melakukan tes laboratorium secara periodik tiap 3 bulan untuk menentukan pengobatan selanjutnya.
  • Terapi dengan pravastatin harus dihentikan sementara dan atau tidak dianjurkan pada penderita dengan miopati akut dan parah atau pada penderita dengan resiko kegagalan ginjal sekunder karena rabdomiolisis atau terjadi kenaikan creatinin phosphokinase (CPK).
  • Penderita agar segera memberitahukan kepada dokter apabila terjadi nyeri otot yang tidak jelas, otot terasa lemas dan lemah.
  • Pravastatin tidak efektif pada pasien dengan “hemozygous familial hipercholesterolemia”.
  • Dianjurkan melakukan tes fungsi hati sebelum pengobatan dimulai dan 12 minggu setelah pengobatan pertama.
  • Keamanan dan efektifitas penggunaan untuk penderita di bawah 18 tahun belum diketahui dengan pasti.
  • Gastrointestinal: mual, muntah, diare, dispepsia, konstipasi, flatulens.
  • Skeletal: rabdomiolisis, miopati.
  • SSP: pusing, sakit kepala.
  • Efek samping lain yang pernah dilaporkan: anemia, trombositopenia, leukopenia, eosinofila asimptomatik sementara, ginekomastia, kehilangan libido, disfungsi ereksi, mempercepat katarak, opthalmoplegia, pankreatitis, dan anoreksia.
  • Resiko terjadinya miopati akan menigkat bila pravastatin diberikan bersama-sama dengan HMGco-A reductase inhibitor yang lain dan terapi bersama dengan fibrat, siklosporin, eritromisin, niasin. Terapi kombinasi pravastatin dan fibrat sebaiknya dihindari.
  • Pemberian bersamaan dengan kolestiramin/kolestipol akan menurunkan 40% – 50% AUC rata-rata pravastatin, oleh sebab itu agar pravastatin diberikan 1 jam sebelum atau 4 jam setelah pemberian kolestiramin/ kolestipol.
  • Waktu protrombin agar dimonitor bila antikoagulan tipe warfarin diberikan bersama pada pengobatan awal dan perubahan dosis pravastatin.
  • Nilai AUC pravastatin berbeda bermakna jika diberikan dengan simetidin dibanding pemberian antasid.
  • Hipersensitif terhadap pravastatin.
  • Penyakit hati aktif atau peningkatan serum transaminase terus menerus yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Wanita hamil dan menyusui.
Diatasi dengan pengobatan simptomatik dan supportif.

KEMASAN Dus, 3 strip @ 10 tablet
Simpan pada suhu di bawah 30O C