MEFLOSIN 500

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print
MEFLOSIN 500 - Ciprofloxacin 500 mg, Metiska Farma

Peringatan:
Golongan fluorokuinolon dapat menimbulkan peningkatan resiko terjadinya tendonitis dan tendon rupture pada pasien semua umur. Resiko tendonitis dan tendon rupture meningkat dengan bertambahnya umur terutama pada pasien yang berusia lebih dari 60 tahun, yang menerima terapi kortikosteroid pada waktu yang bersamaan dan pada pasien yang menerima transplantasi ginjal, jantung atau paru-paru.

KOMPOSISI
Tiap kaplet salut selaput
Ciprofloxacin HCl 500 mg

INDIKASI
Untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadapCiprofloxacin seperti:

  • Infeksi saluran kemih termasuk prostatitis.
  • Uretritis dan servisitis gonorhae.
  • Infeksi saluran cerna, termasuk demam tifoid yang disebabkan oleh S. thypii. Khasiat Ciprofloxacin untuk eradikasi “chronic thypoid carrier” belum diketahui.
  • Infeksi saluran nafas, kecuali pneumonia akibat streptococcus.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak.
  • Infeksi tulang dan sendi.

DOSIS
Dewasa
Infeksi ringan/ sedang saluran kemih:
2 x 250 mg sehari.
Infeksi berat saluran kemih:
2 x 500 mg sehari.
Infeksi ringan/ sedang saluran nafas, tulang, sendi, kulit, jaringan lunak:
2 x 250 – 500 mg sehari.
Infeksi berat saluran nafas, tulang, sendi, kulit, jaringan lunak:
2 x 500 – 750 mg sehari.
Prostatitis kronis:
2 x 500 mg
Infeksi saluran cerna:
2 x 500 mg sehari.
Gonore akut:
250 mg dosis tunggal.
Untuk mencapai kadar yang adekuat pada osteomyelitis akut, dosis tidak boleh kurang dari 2 x 750 mg sehari.
Lama pengobatan tergantung beratnya infeksi, kemajuan klinis dan bakteriologis. Untuk infeksi akut, lama pengobatan biasanya 5 – 10 hari. Pada umumnya pengobatan harus diteruskan sampai minimal 3 hari setelah gejala klinis hilang.

Dosis pada gangguan fungsi ginjal:
Bila bersihan kreatinin kurang dari 20 mL/ menit, maka dosis normal hanya diberikan 1 kali sehari atau jika diberikan 2 kali sehari, dosis harus dikurangi separuhnya.

  • Ciprofloxacin merupakan antibiotik golongan fluorokuinolon, bekerja dengan cara mempengaruhi enzim DNA gyrase bakteri.
  • Ciprofloxacin merupakan antibiotik untuk bakteri gram negatif dan gram positif yang sensitif.
  • Bakteri gram positif yang sensitif: Enterococcus faecallis, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus piegenes.
  • Bakteri gram negatif yang sensitif: Campylobacter jejuni, Citrobacter diversus, Citrobacter freundii, Enterobacter cloacae, Escherichia coli, Haemophilus influenzae, Klebsiella pneumoniae, Morganella morganii, Neisseria gonorrheae, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris, Providencia rettgeri, Providencia stuartii, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella thphii, Serratia marcescens, Shigella flexneri, Shigella sonnei.
  • Jika selama menggunakan fluorokuinolon pasien mengalami rasa nyeri, pembengkakan, serta peradangan pada tendon dan tendon rupture, maka agar:
    oSegera menghentikan penggunaan obat ini.
    oSegera menghubungi dokter untuk mengkonsultasikan alternatif obat pengganti.
    oMenghindari aktivitas olahraga dan aktivitas lain yang menggunakan tendon yang terkena dampak.
  • Ciprofloxacin harus ditelan dengan air secukupnya untuk mencegah kristaluria.
  • Hati-hati pemberian pada penderita dengan gangguan ginjal (lihat posologi).
  • Pemberian tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Ciprofloxacin harus diberikan dengan hati-hati pada penderita usia lanjut. Pada kasus epilepsi dan pasien yang pernah mengalami SSP (misalnya ambang kejang rendah, riwayat konvulsi, aliran darah ke otak berkurang dan stroke), Ciprofloxacin hanya diberikan jika manfaatnya lebih besar dibanding resikonya, karena pasien demikian mungkin akan menderita efek samping SSP.
  • Meskipun diminum sesuai dengan resep dokter, obat ini dapat mengganggu respons pasien, kemampuan mengemudi dan menjalankan mesin. Gangguan ini akan lebih berat jika diminum bersama alkohol.
  • Seperti halnya antimikroba lainnya, pemberian jangka lama dapat mengakibatkan pertumbuhan berkelebihan dan mikroorganisme yang kurang peka.
  • Hindarkan penderita dari sinar matahari yang berlebihan. Bila terjadi fototoksisitas pengobatan harus segera dihentikan.

Dari kasus-kasus yang telah dilaporkan, resiko efek samping tendonitis tidak segera hilang meskipun penggunaan fluorokuinolon dihentikan. Efek samping pada tendon dapat terjadi sampai beberapa bulan setelah pengobatan dihentikan.

  • Efek terhadap saluran cerna.
    Mual, diare, muntah, gangguan pencernaan, dyspepsia, nyeri abdomen, flatulensi, anoreksia, dispagia.
    Kalau terjadi diare berat atau persisten selama atau sesudah pengobatan, segera konsultasi pada dokter karena gejala tersebut mungkin menutupi kelainan yang lebih serius (kolitis pseudomembran) yang memerlukan tindakan segera. Kalau ini terjadi, pemberian Ciprofloxacin harus segera dihentikan dan diganti dengan obat lain yang lebih sesuai (misalnya Vancomycin per oral 4 x 250 mg sehari). Obat-obat yang menghambat peristaltik merupakan kontraindikasi.
  • Efek terhadap sistem syaraf.
    Pusing, sakit kepala, rasa letih, insomnia, agitasi, tremor.
    Sangat jarang : paralgesia perifer, berkeringat, kejang, anxietas, mimpi buruk, konfusi, depresi, halusinasi, gangguan pengecapan dan penciuman, gangguan timbul setelah pemberian Ciprofloxacin untuk pertama kalinya. Dalam hal ini Ciprofloxacin harus segera dihentikan dan segera konsultasi pada dokter.
  • Reaksi hipersensitivitas. Reaksi kulit seperti drug eruption, urtikaria, makula eritema, Steven Johnson Syndrome, kemerahan pada kulit, pruritus, drug fever. Reaksi anafilaktik/ anafilaktoid (seperti edema pada wajah, vaskuler dan larynx dispnea yang bertambah berat sehingga terjadi syok yang mengancam jiwa). Dalam hal ini Ciprofloxacin segera di stop, tindakan kedaruratan medis (misal mengatasi syok) harus segera dilakukan.
  • Efek terhadap renal/urogenital. Nefritis interstisiel, gagal ginjal, termasuk gagal ginjal yang transient polyuria, retensi urine, pendarahan urethal, vaginitis dan acidosis.
  • Efek terhadap hati. Hepatitis, sangat jarang: kelainan hati yang luas seperti nekrosis hati. Efek terhadap sistem kardiovaskular. Jarang: takikardia, palpitasi, atrial flutter, ventricular ectopi, sinkope, hipertensi angina pektoris, infark myocardial, cardiopulmonary arrest, cerebral thrombosis, wajah merah dan panas, migren, pingsan.
  • Lain-lain. Jarang: nyeri sendi, lemas seluruh tubuh, nyeri otot, tendovaginitis, fotosensitivitas ringan, tinnitus, gangguan pendengaran terutama untuk frekuensi tinggi, epistaxis, laryngeal atau pulmonary edema, hemooptysis, dyspenia, bronchospasm, pulmonary ebolism.
  • Efek pada darah. Eosinofilia, luokositopenia, leukositosis, anemia granulasitopenia. Sangat jarang: trombositopenia, trombositosis, kelainan protombin.
  • Efek pada nilai laboratorium/ deposit urine. Kadar transaminase dan alkali fosfatase dalam darah mungkin meningkat untuk sementara; ikterus kolestatik dapat terjadi terutama pada pasien yang pernah mengalami kelainan; peningkatan kadar urea, kreatinin dan billirubin darah secara transien; hiperglikemia; pada kasus tertentu: kristaluria dan hematuria.
  • Obat-obat yang mempengaruhi keasaman lambung (antasida) yang mengandung aluminium atau magnesium hidroksida akan mengurangi absorpsi Ciprofloxacin. Karena itu Ciprofloxacin harus ditelan 1-2 jam sebelum atau minimal 4 jam sesudah meminum antasida. Pembatasan ini tidak berlaku pada antasida yang tidak mengandung aluminium atau magnesium hidroksida.
  • Pemberian Ciprofloxacin bersama teofilin dapat meningkatkan kadar teofilin dalam plasma sehingga menimbulkan efek samping teofilin. Apabila kombinasi ini tidak dapat dihindarkan, kadar teofilin dalam plasma harus dimonitor dan dosis teofilin harus dikurangi. Jika kadar teofilin tidak daapt dimonitor, pemberian Ciprofloxacin harus dihindari.
  • Kenaikan kadar kreatinin serum untuk sementara terlihat pada pemberian Ciprofloxacin bersama cyclosporin. Dalam hal ini, kadar kreatinin serum harus sering dipantau (dua kali seminggu).
  • Harus dipertimbangkan kemungkinan terjadinya interaksi pada pemberian Ciprofloxacin bersama probenesid.
  • Pemberian bersama Ciprofloxacin dan anti-koagulan oral dapat memperpanjang waktu pendarahan.
  • Pemberian bersama metoklopramid mempercepat absorbsi Ciprfloxacin.
  • Penderita yang hipersensitif terhadap Ciprofloxacin atau antibiotik derivat quinolon lainnya.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Anak-anak di bawah usia 12 tahun.

KEMASAN
Dus, 5 strip @ 6 kaplet salut selaput

Simpan pada suhu di bawah 30 OC