TISACEF

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print
TISACEF - Cefadroxil Monohydrate, Metiska Farma

TISACEF® mengandung Cefadroxil monohydrate suatu sefalosporin generasi pertama yang dapat diberikan per oral. Obat ini bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel kuman, sehingga memiliki efek bakterisidal. Cefadroxil tahan terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh berbagai enzim β-laktamase dari bermacam-macam kuman. Kuman yang peka terhadap Cefadroxil terutama kuman gram positif, misalnya: Staphylococcus (termasuk galur penghasil β-laktamase). Streptococcus dan banyak kuman anaerob. Kuman gram negatif yang peka adalah Escherichia coli, Klebsiella dan Proteus mirabilis.

Cefadroxil diserap dengan baik setelah pemberian oral. Setelah pemberian dosis 1 gram pada orang dewasa tercapai kadar puncak sekitar 30 mcg/mL dalam waktu 1,5 – 2 jam. Penyerapan Cefadroxil tidak dihambat oleh adanya makanan. Ikatan protein obat ini adalah 20% dan masa paruh eliminasi Cefadroxil sekitar 1,5 jam. Cefadroxil dapat diberikan dalam 1 – 2 dosis sehari, 90% obat diekskresi melalui ginjal dalam bentuk yang tidak berubah. Bila fungsi ginjal terganggu, masa paruh eliminasi Cefadroxil menjadi lebih lama/panjang sehingga interval pemberian obat mungkin harus diperpanjang.

KOMPOSISI
Tiap kapsul TISACEF® 500 mengandung:
Cefadroxil monohydrate setara dengan 500 mg Cefadroxil base.
Tiap 5 mL (1 sendok takar) suspensi TISACEF® 125 mengandung:
Cefadroxil monohydrate setara dengan 125 mg Cefadroxil base.
Tiap 5 mL (1 sendok takar) suspensi TISACEF® 250 mengandung:
Cefadroxil monohydrate setara dengan 250 mg Cefadroxil base.

INDIKASI
Cefadroxil diindikasikan untuk infeksi, antara lain: infeksi saluran nafas atas dan bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran kemih, artritis septik dan osteomielitis.

DOSIS DAN CARA PEMAKAIAN
Dewasa: 1 – 2 gram sehari sebagai dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis.
Anak-anak: 30 mg/kg BB sehari sebagai dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis
Pengobatan harus diteruskan minimum 48 – 72 jam setelah tanda-tanda infeksi hilang. Diperlukan pengobatan minimum 10 hari untuk infeksi yang disebabkan oleh kuman Streptococcus β-hemoliticus. Untuk infeksi kronis saluran kemih diperlukan pengobatan yang lebih lama dan terapi intensif yang berpedoman pada pemeriksaan bakteriologik dan klinik.

CARA PEMBUATAN SUSPENSI
Untuk membuat 60 mL suspensi tuangkan air (45 mL untuk TISACEF® 125) (43 mL untuk TISACEF® 250) ke dalam botol, kemudian botol ditutup rapat dan kocok dengan baik. Suspensi hanya dapat dipakai selama 7 hari pada suhu 15 – 25 °C.

Pada penderita gagal ginjal, interval pemberian obat harus diperpanjang dengan berpedoman pada klirens kreatinin, yaitu sebagai berikut:

Klirens Kreatinin
(mL/menit)
Interval dosis
(jam)
25 – 5012
10 – 2524
0 – 1036
  • Penggunaan TISACEF® yang berkepanjangan dapat mengakibatkan terjadinya superinfeksi oleh kuman yang resisten atau jamur.
  • Pemberian obat ini harus dilakukan dengan hati-hati pada penderita yang hipersensitif terhadap penisillin karena dapat terjadi reaksi silang antara golongan penisillin dan golongan sefalosporin. Bila timbul reaksi alergi, pemberian TISACEF® harus dihentikan dan penderita diobati dengan antihistamin atau adrenalin bila perlu.
  • Pemberian obat ini pada wanita hamil dan menyusui harus dilakukan dengan hati-hati. Reaksi positif semu pada uji Coomb’s dapat timbul pada beberapa penderita yang mendapat sefalosporin atau penisillin. Reaksi positif semu pada uji glukosa urin dapat timbul bilamana untuk pengujian digunakan larutan benedict, fehling, tembaga sulfat, atau tablet clinitest. Hal ini terjadi bila dilakukan pengujian dengan enzim, misalnya: glucotest.
  • Pada saluran cerna: mual, muntah, kadang-kadang terjadi diare. Pemberian bersama makanan dapat mengurangi mual, dan tidak ada gangguan penyerapan obat.
  • Reaksi hipersensitivitas.
  • Kolitis pseudomembran.
  • Lain-lain: kandidiasis, neutropenia salinitas, peningkatan kadar serum transaminase salinitas.
  • Antibiotik bakteriostatik dapat mengurangi efektivitas sefalosporin.
  • Probenesid meningkatkan dan memperpanjang waktu kadar sefalosporin dalam plasma, sehingga akan meningkatkan toksisitasnya.
  • Kombinasi cefadroxil dengan aminoglikosida, polymyxin B, colistin, diuretik dosis tinggi atau diuretik kuat, seharusnya dihindari karena kemungkinan potensi nefrotoksik.
  • Penggunaan jangka panjang semua sefalosporin (dosis tinggi) yang dikombinasi dengan antikoagulan, parameter penggumpalan harus dikontrol ketat untuk menghindari komplikasi penggumpalan.
  • Seperti antibiotik lain pada umumnya, cefadroxil dapat mengurangi keamanan kontrasepsi oral.
  • Berkaitan dengan tes laboratorium: selama atau setelah pengobatan dengan cefadroxil, pada tes Coombs’ dapat memberikan hasil positif sementara. Hasil ini juga dapat terjadi pada bayi yang baru lahir, yang ibunya menjalani pengobatan dengan sefalosporin sebelum kelahirannya.
  • Selama terapi dengan cefadroxil, uji kadar gula di urin sebaiknya menggunakan metoda enzimatik (misal tes strip) sebab dengan uji gula reduksi dapat meningkatkan nilai kesalahan.
TISACEF® tidak boleh diberikan kepada penderita yang hipersensitif terhadap obat ini.

KEMASAN

TISACEF® 500 Kapsul
Dus, 5 strip @ 6 kapsul
No. Reg. DKL 9616107701B1

TISACEF® 125 Sirup Kering
Dus, botol @ 60 mL setelah rekonstitusi
No. Reg. DKL 9916109438A1

TISACEF® 250 Sirup Kering
Dus, botol @ 60 mL setelah rekonstitusi
No. Reg. DKL 9916109438B1

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30 OC