All Products, Internist, Surgery

TISACEF DS 125

TISACEF DS 125 - Cefadroxil
TISACEF DS 125 – Cefadroxil

KOMPOSISI
Tiap 5 mL (1 sendok takar) suspensi TISACEF® 125 mengandung:
Cefadroxil monohydrate setara dengan 125 mg Cefadroxil basa


MEKANISME KERJA DAN SPEKTRUM ANTIBAKTERI
TISACEF® mengandung Cefadroxil monohydrate suatu sefalosporin generasi pertama yang dapat diberikan per oral. Obat ini bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel kuman, sehingga memiliki efek bakterisidal. Cefadroxil tahan terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh berbagai enzim β-laktamase dari bermacam-macam kuman. Kuman yang peka terhadap Cefadroxil terutama sekali kuman gram positif, misalnya: Staphylococcus (termasuk galur penghasil β-laktamase). Streptococcus dan banyak kuman anaerob. Kuman gram negatif yang peka adalah Escherichia coli, Klebsiella dan Proteus mirabilis.


FARMAKOKINETIK
Cefadroxil diserap dengan baik setelah pemberian oral. Setelah pemberian dosis 1 gram pada orang dewasa tercapai kadar puncak sekitar 30 mcg/mL dalam waktu 1,5 – 2 jam. Penyerapan Cefadroxil tidak dihambat oleh adanya makanan. Ikatan protein obat ini adalah 20% dan masa paruh eliminasi Cefadroxil sekitar 1,5 jam. Cefadroxil dapat diberikan dalam 1 – 2 dosis sehari, 90% obat diekskresi melalui ginjal dalam bentuk tidak berubah. Bila fungsi ginjal terganggu, masa paruh eliminasi Cefadroxil menjadi lebih lama/panjang sehingga interval pemberian obat mungkin harus diperpanjang.


INDIKASI
Cefadroxil diindikasikan untuk berbagai infeksi, antara lain : infeksi saluran nafas atas dan bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran kemih, artritis septik dan osteomielitis.


KONTRAINDIKASI
TISACEF® tidak boleh diberikan kepada penderita yang hipersensitif terhadap obat ini.


DOSIS DAN CARA PEMAKAIAN
Dewasa : 1 – 2 gram sehari sebagai dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis.
Anak-anak : 30 mg/kg BB sehari sebagai dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis
Pengobatan harus diteruskan minimum 48 – 72 jam setelah tanda-tanda infeksi hilang. Diperlukan pengobatan minimum 10 hari untuk infeksi yang disebabkan oleh kuman Streptococcus β-hemoliticus. Untuk infeksi kronis saluran kemih diperlukan pengobatan yang lebih lama dan terapi intensif yang berpedoman pada pemeriksaan bakteriologik dan klinik.


EFEK SAMPING

  • Pada saluran cerna: mual, muntah, kadang-kadang terjadi diare. Pemberian bersama makanan dapat mengurangi mual, dan tidak ada gangguan penyerapan obat.
  • Reaksi hipersensitivitas.
  • Kolitis pseudomembran.
  • Lain-lain: kandidiasis, neutropenia salinitas, peningkatan kadar serum transaminase salinitas.

PERINGATAN DAN PERHATIAN
Pada penderita gagal ginjal, interval pemberian obat harus diperpanjang dengan berpedoman pada klirens kreatinin, yaitu sebagai berikut:

  • Penggunaan TISACEF® yang berkepanjangan dapat mengakibatkan terjadinya superinfeksi oleh kuman yang resisten atau jamur.
  • Pemberian obat ini harus dilakukan dengan hati-hati pada penderita yang hipersensitif terhadap penisillin karena dapat terjadi reaksi silang antara golongan penisillin dan golongan sefalosporin. Bila timbul reaksi alergi, pemberian TISACEF® harus dihentikan dan penderita diobati dengan antihistamin atau adrenalin bila perlu.
  • Pemberian obat ini pada wanita hamil dan menyusui harus dilakukan dengan hati-hati. Reaksi positif semu pada uji Coomb’s dapat timbul pada beberapa penderita yang mendapat sefalosporin atau penisillin. Reaksi positif semu pada uji glukosa urin dapat timbul bilamana untuk pengujian digunakan larutan benedict, fehling, tembaga sulfat, atau tablet clinitest. Hal ini terjadi bila dilakukan pengujian dengan enzim, misalnya: glucotest.

INTERAKSI OBAT

  • Antibiotik bakteriostatik dapat mengurangi efektivitas sefalosporin.
  • Probenesid meningkatkan dan memperpanjang waktu kadar sefalosporin dalam plasma, sehingga akan meningkatkan toksisitasnya.
  • Kombinasi cefadroxil dengan aminoglikosida, polymyxin B, colistin, diuretik dosis tinggi atau diuretik kuat, seharusnya dihindari karena kemungkinan potensi nefrotoksik.
  • Penggunaan jangka panjang semua sefalosporin (dosis tinggi) yang dikombinasi dengan antikoagulan, parameter penggumpalan harus dikontrol ketat untuk menghindari komplikasi penggumpalan.
  • Seperti antibiotik lain pada umumnya, cefadroxil dapat mengurangi keamanan kontrasepsi oral.
  • Berkaitan dengan test laboratorium: selama atau setelah pengobatan dengan cefadroxil, pada tes Coombs’ dapat memberikan hasil positif sementara. Hasil ini juga dapat terjadi pada bayi yang baru lahir, yang ibunya menjalani pengobatan dengan sefalosporin sebelum kelahirannya.
  • Selama terapi dengan cefadroxil, uji kadar gula di urin sebaiknya menggunakan metoda enzimatik (misal tes strip) sebab dengan uji gula reduksi dapat meningkatkan nilai kesalahan.

CARA PEMBUATAN SUSPENSI
Untuk membuat 60 mL suspensi tuangkan air (45 mL untuk TISACEF® 125) (43 mL untuk TISACEF® 250) ke dalam botol, kemudian botol ditutup rapat dan kocok dengan baik. Suspensi hanya dapat dipakai selama 7 hari pada suhu 15 – 25 °C


KEMASAN
Dus, botol @ 60 ml setelah rekonstitusi
No Reg. DKL 9916109438 A1

Simpan pada suhu di bawah 30 °C dan kering, terlindung dari cahaya.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER