All Products, Internist, NSAID, Pediatric

XEPAFEN Forte

XEPAFEN Forte - Ibuprofen
XEPAFEN Forte – Ibuprofen

Risiko Kardiovaskuler:
AINS dapat menyebabkan peningkatan risiko trombotik kardiovaskuler serius, infark miokard, dan stroke, yang dapat berakibat fatal. Risiko ini meningkat dengan lamanya penggunaan. Pasien dengan penyakit kardiovaskular atau yang memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular (Lihat PERINGATAN)
IBUPROFEN dikontraindikasikan untuk pengobatan nyeri perioperatif pada bedah pintas koroner (Lihat PERINGATAN)

Risiko pada Saluran Cerna:
AINS menyebabkan peningkatan risiko efek samping serius pada saluran cerna, termasuk perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung atau usus, yang dapat berakibat fatal. Efek samping ini dapat terjadi kapanpun selama penggunaan, tanpa adanya gejala peringatan. Pasien lansia berisiko lebih besar untuk efek samping serius pada saluran cerna (Lihat PERINGATAN)


KOMPOSISI
Tiap 5 mL (1 sendok takar) mengandung:
Ibuprofen 200 mg

CARA KERJA OBAT
Ibuprofen adalah golongan obat antiinflamasi non-steroid dimana pada kadar 200-400 mg mempunyai efek sebagai analgesik (meringankan rasa nyeri) dan antipiretik (menurunkan demam).

INDIKASI
Meringankan nyeri ringan sampai sedang antara lain nyeri pada nyeri haid (dismenore primer), nyeri sakit gigi, sakit kepala.

KONTRA INDIKASI

  • Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap Ibuprofen dan obat antiinflamasi non-steroid yang lain.
  • Penderita dengan ulkus peptikum (tukak lambung dan duodenum) yang berat dan aktif.
  • Penderita dimana bila menggunakan aspirin atau obat antiinflamasi non-steroid lainnya akan timbul gejala asma, rhinitis (selsema) atau urtikaria (kaligata).
  • Kehamilan tiga bulan terakhir.

POSOLOGI
Dewasa dan anak usia 8-12 tahun: 1 sendok takar (5 mL) 3 – 4 kali sehari
Anak usia 3 – 7 tahun: 1/2 sendok takar (2.5 mL) 3 – 4 kali sehari

EFEK SAMPING

  • Walaupun jarang terjadi, tapi timbul efek samping sebagai berikut : gangguan saluran pencernaan termasuk mual, muntah, nyeri lambung atau rasa panas pada perut bagian atas, diare konstipasi dan perdarahan lambung.
  • Juga pernah dilaporkan terjadi kemerahan pada kulit, bronkospasme (penyempitan bronkus), trombositopenia (penurunan jumlah sel pembeku darah). Limfopenia (penurunan jumlah sel limfosit).
  • Penurunan ketajaman penglihatan dan kesulitan membedakan warna dapat terjadi, tetapi sangat jarang dan akan sembuh bila obat dihentikan.

PERINGATAN DAN PERHATIAN

  • Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
    Sebelum menggunakan obat ini agar dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter apabila menderita penyakit-penyakit atau kelainan-kelainan sebagai berikut:

    • Riwayat penyakit saluran cerna bagian atas (ulkus peptikum).
    • Gangguan fungsi ginjal karena eliminasi utamanya melalui ginjal.
    • Gagal jantung hipertensi dan penyakit-penyakit lain yang mengakibatkan retensi cairan tubuh.
    • Gangguan pembekuan darah.
    • Asma karena dapat menyebabkan bronkospasme (penyempitan bronkus).
    • Lupus Eritematosus sistemik.
  • Selama menggunakan obat ini jangan minum aspirin atau obat lain yang mengandung ibuprofen, juga obat antikoagulan (anti pembekuan darah) golongan warfarin.
  • Hubungi dokter bila selama menggunakan obat ini terjadi efek yang tidak diinginkan.
  • Bila setelah 5 hari nyeri tidak menghilang, segera hubungi dokter atau pelayanan kesehatan.
  • Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui.
  • Efek Kardiovaskuler
    Kejadian trombotik Kardiovaskuler:

    • Uji klinis dengan berbagai COX-2 dan AINS non-selektif sampai dengan tiga tahun menunjukkan peningkatan risiko trombotik kardiovaskuler (KV) serius, infark miokard, dan stroke, yang dapat berakibat fatal. Semua AINS, baik COX-2 selektif maupun non selektif, dapat menyebabkan risiko yang sama. Risiko meningkat pada pasien dengan penyakit KV atau memiliki faktor risiko penyakit KV. Untuk mengurangi risiko efek samping tersebut, AINS harus diberikan dengan dosis efektif terendah dan lama pengobatan sesingkat mungkin. Dokter dan pasien harus waspada terhadap terjadinya efek samping tersebut, walaupun tidak ada gejala KV sebelumnya. Pasien harus diberi informasi mengenai tanda dan/atau gejala KV serius dan langkah yang harus dilakukan jika tanda dan/atau gejala tersebut muncul.
    • Tidak ada bukti bahwa penggunaan bersama asetosal dapat mengurangi peningkatan risiko efek samping trombotik KV serius oleh AINS. Penggunaan AINS bersama dengan asetosal justru meningkatkan risiko efek samping serius pada salura cerna. (Lihat PERINGATAN Saluran Cerna).
    • Dua uji klinis yang besar dan berpembanding dengan AINS yang COX-2 selektif untuk pengobatan nyeri 10-14 hari setelah bedah pintas koroner menunjukan peningkatan kejadian infark miokard dan stroke.
    • Hipertensi
      AINS, termasuk Ibuprofen, dapat menyebabkan munculnya hipertensi baru atau memperberat hipertensi yang sudah ada yang dapat berakibat pada peningkatan efek samping KV. AINS dapat menurunkan efek antihipertensi tiazid atau diuretik kuat. AINS, termasuk Ibuprofen, harus digunakan dengan hati-hati pada pasien hipertensi. Tekanan darah harus dimonitor sejak awal selama terapi dengan AINS.
    • Gagal Jantung Kongestif dan Edema
      Retensi cairan dan edema telah terlihat pada sebagian pasien yang menggunakan AINS. Ibuprofen harus digunakan dengan hati hati pada pasien dengan retensi cairan atau gagal jantung.
  • Saluran Cerna – Risiko Ulserasi, Perdarahan, dan Perforasi
    • AINS, termasuk IBUPROFEN, dapat menyebabkan efek samping saluran cerna serius termasuk inflamasi, perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung dan usus yang dapat berakibat fatal. Efek samping serius ini dapat terjadi kapanpun, dengan atau tanpa gejala peringatan. Hanya satu dari 5 pasien yang mengalami efek samping serius pada saluran cerna atas menunjukkan gejala. Ulkus pada saluran cerna atas , perdarahan, atau perforasi yang disebabkan AINS terjadi pada kisaran 1% pasien yang diobati selama 3-6 bulan, dan pada kira-kira 2-4% pasien yang diobati selama satu tahun. Penggunaan yang lebih lama cenderung meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping saluran cerna serius. Namun terapi jangka pendek bukan berarti tanpa risiko.
    • AINS harus diresepkan dengan sangat hati-hati pada pasien yang memiliki riwayat penyakit tukak atau perdarahan saluran cerna. Pasien dengan riwayat tukak peptik dan atau perdarahan saluran cerna yang menggunakan AINS memiliki risiko terjadinya perdarahan saluran cerna 10 kali lipat dibandingkan dengan pasien tanpa faktor risiko tersebut. Faktor lain yang meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna adalah penggunaan bersama kortikosteroid atau antikoagulan oral, penggunaan AINS yang lama, merokok, penggunaan alkohol, usia lanjut, dan status kesehatan yang buruk. Sebagian besar laporan spontan efek samping saluran cerna fatal terjadi pada pasien usia lanjut atau pasien yang lemah. Oleh karena itu, perhatian khusus harus diberikan dalam mengobati populasi ini.
    • Untuk mengurangi risiko efek samping saluran cerna pada pasien yang diobati dengan AINS, dosis efektif terendah harus diberikan dengan lama pengobatan sesingkat mungkin. Dokter dan pasien harus waspada terhadap tanda dan gejala ulserasi dan perdarahan saluran cerna selama terapi dengan AINS, jika dicurigai adanya efek samping saluran cerna yang serius, segera dilakukan evaluasi serta pengobatan tambahan. Untuk pasien berisiko tinggi, terapi alternatif yang tidak melibatkan AINS dapat dipertimbangkan.

KEMASAN
Dus, botol @ 50 mL

SIMPAN PADA SUHU DIBAWAH 30 ºC

Reg. No. DTL 0416110433B1

P. No.1
AWAS OBAT KERAS
Baca Aturan Pakai
DEPKES RI No.1