All Products, Internist

XERADIN

XERADIN - Ranitidine Hydrochloride
XERADIN – Ranitidine Hydrochloride

KOMPOSISI
Tiap tablet salut selaput mengandung:
Ranitidine HCl 167,4 mg setara dengan Ranitidine 150 mg


CARA KERJA OBAT
Suatu histamin antagonis reseptor H2 menghambat kerja histamin secara kompetitif pada reseptor H2 dan mengurangi sekresi asam lambung. Ranitidine diabsorbsi 50% setelah pemberian oral. Konsentrasi puncak plasma mencapai 2 – 3 jam setelah pemberian dosis 150 mg. Absorbsi tidak dipengaruhi secara signifikan oleh makanan dan antasida. Waktu paruh 2 ½ – 3 jam pemberian oral. Ranitidine diekskresi melalui urin.


INDIKASI

  • Pengobatan jangka pendek tukak usus 12 jari aktif, tukak lambung aktif, mengurangi gejala refluks esofagitis.
  • Terapi pemeliharaan setelah penyembuhan tukak usus 12 jari, tukak lambung.
  • Pengobatan keadaan hipersekresi patologis (misal: sindrom Zollinger-Ellison dan mastocitosis sistemik).

KONTRAINDIKASI
Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini.


DOSIS

  • Tukak usus 12 jari aktif, 150 mg, 2 kali sehari (pagi dan malam) atau 300 mg sekali sehari sesudah makan malam atau sebelum tidur, selama 4 – 8 minggu.
  • Tukak lambung aktif 150 mg, 2 kali sehari (pagi dan malam) selama 2 minggu.
  • Terapi pemeliharaan pada penyembuhan tukak 12 jari dan tukak lambung:
    • Dewasa: 150 mg malam sebelum tidur.
  • Keadaan hipersekresi patologis (Zollinger-Ellison, mastocitosis sistemik).
    • Dewasa: 150 mg, 2 kali sehari dengan lama pengobatan ditentukan oleh dokter berdasarkan gejala klinis yang ada. Dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penderita. Dosis hingga 6 g sehari dapat diberikan pada penyakit yang berat.
  • Refluks gastroesofagitis:
    • Dewasa: 150 mg, 2 kali sehari.
  • Esofagitis erosif:
    • Dewasa: 150 mg, 4 kali sehari.
  • Pemeliharaan dan penyembuhan esofagitis erosif:
    • Dewasa: 150 mg, 2 kali sehari.
  • Dosis pada penderita gangguan fungsi ginjal: bila bersihan kreatinin < 50 mL/menit: 150 mg/24 jam. Bila perlu dosis dapat ditingkatkan secara hati-hati setiap 12 jam atau kurang tergantung kondisi penderita.
  • Hemodialisis menurunkan kadar ranitidine yang terdistribusi.

EFEK SAMPING

  • Sakit kepala
  • Susunan saraf pusat, jarang terjadi: malaise, pusing, mengantuk, insomnia, vertigo, agitasi, depresi, halusinasi
  • Kardiovaskular, jarang dilaporkan: aritmia seperti takikardia, bradikardia, atrioventricular block, premature ventricular beats
  • Gastrointestinal: Konstipasi, diare, mual, muntah, nyeri perut, jarang dilaporkan: pankreatitis.
  • Musculoskeletal, jarang dilaporkan: arthralgia dan myalgia.
  • Hematologic: leukopenia, granulocytopenia, trombositopenia (pada beberapa penderita). Kasus jarang terjadi seperti granulocytopenia, pancytopenia, thrombocytopenia, anemia aplastik pernah dilaporkan.
  • Endokrin: ginekomastia, impoten dan hilangnya libido pernah dilaporkan pada penderita pria. – Kulit, jarang dilaporkan: ruam, eritema multiforme, alopecia. – Lain-lain, kasus hipersensitivitas yang jarang (contoh: bronkospasme, demam, eosinofilia), anafilaksis, edema angioneurotic, sedikit peningkatan kadar dalam kreatinin serum.

 


PERINGATAN DAN PERHATIAN

  • Umum: pada penderita yang memberikan sympatomatic respons terhadap ranitidine, tidak menghalangi timbulnya keganasan lambung.
  • Karena ranitidine diekskresi terutama melalui ginjal, dosis ranitidine harus disesuaikan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Hati-hati pemberian pada gangguan fungsi hati karena ranitidine dimetabolisme di hati.
  • Hindarkan pemberian pada penderita dengan riwayat porfiria akut.
  • Hati-hati penggunaan pada wanita menyusui.
  • Khasiat dan keamanan penggunaan pada anak-anak belum terbukti.
  • Waktu penyembuhan dan efek samping pada usia lanjut tidak sama dengan penderita usia dewasa.
  • Pemberian pada wanita hamil hanya jika benar-benar sangat dibutuhkan.

INTERAKSI OBAT

  • Ranitidine tidak menghambat kerja dari sitokrom P450 dalam hati.
  • Pemberian bersama warfarin dapat meningkatkan atau menurunkan waktu protrombin.

OVERDOSIS
Gejala-gejala overdosis antara lain, pernah dilaporkan: gangguan pencernaan akut, hipotensi, cara berjalan yang tidak normal.
Penanganan overdosis:

  • Induksi dengan cara dimuntahkan atau bilas lambung.
  • Untuk serangan: dengan cara pemberian diazepam injeksi i.v.
  • Untuk bradikardia: dengan cara pemberian atropin.
  • Untuk aritmia: dengan cara pemberian lidokain.

KEMASAN
Dus, 5 strip @ 6 tablet salut selaput
Reg no. DKL 9816108917A1

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 300C

HARUS DENGAN RESEP DOKTER