Adegan drama berseri yang tak kunjung selesai

Halloo selamat siang para pembaca sekalian, saya bekerja di PT Metiska Farma semenjak tahun 2011, dan terus terang kelebihan bekerja di perusahaan yang memproduksi obat adalah kemudahan akses untuk berobat! Kami karyawan tidak perlu jauh – jauh pergi ke apotek karena di PT Metiska Farma menyediakan obat yang beragam dengan kualitas yang mumpuni menurut saya.

Nahhh, salah satu merk obat PT Metiska Farma yang sering dibicarakan adalah Kandistatin. Yang saya tau , Kandistatin adalah obat yang ampuh untuk sakit sariawan , dan yang paling penting tidak menimbulkan rasa perih dan enak rasanya untuk ditelan.

Kemudian sampai sekitar 2 minggu lalu, keponakan saya yang berusia 3 tahun mengalami sakit sariawan yang cukup parah, sampai lidahnya terlihat pulau – pulau berwarna putih, susah makan … bahkan minumpun juga terasa perih mungkin, karena anaknya jadi super rewel, sebentar – sebentar menangis, merajuk, tidak bergairah main. Waktu itu juga sudah dibawa berobat ke dokter, sudah dikasih obat dari dokter tersebut, tapi masih juga belum menunjukkan adanya tanda – tanda perbaikan. Dan yang lebih sulit lagi karena keponakan saya model anak yang susaaaaaah sekali minum obat, begitu tau obatnya pahit langsung dilepeh, segala macam cara sudah diusahakan , sampai menggunakan pipet juga sudah dicoba. Adegan pemberian obat menjadi adegan drama berseri yang tak kunjung selesai.

Adik saya mulai kewalahan dan waktu itu bertanya kepada saya karena dia tau saya bekerja di PT Metiska Farma. Kemudian waktu itu saya langsung teringat Kandistatin , dan akhirnya saya berkunjung ke klinik di dalam PT Metiska Farma dan kebetulan pas sekali stok persediaan Kandistatin tersedia.

Setelah pulang segera saya berikan Kandistatin tersebut kepada adik saya, dan segera dibuka untuk diberikan kepada keponakan saya.
Awalnya sempat kesulitan karena keponakan saya sedang rewel dan merajuk , setelah dirayu berbagai macam cara akhirnya keponakan saya mau membuka mulutnya dan obat Kandistatinnya diteteskan ke area – area di lidahnya yg sakit.

Mungkin karena trauma dengan obat – obat sebelumnya, keponakan saya tidak mau menelan obat Kandistatin tersebut , dan hendak dilepeh , tapi ternyata pas tertelan akhirnya dia tidak keberatan dengan rasanya , menurut saya enak rasanya manis.

Dan yang paling penting ini dia, tidak terasa perih ketika kena ke sariawan kita ! Bahkan untuk keponakan saya yang lumayan rewel wekalipun , ternyata dia baik – baik saja dan tidak menunjukkan tanda – tanda menolak Yayyy !! senang sekali rasanya saya akhirnya ada obat yang bisa diterima dan pas untuk keponakan saya. Karena setiap orang tua pasti tidak mau melihat anaknya sakit dan menderita. Apalagi anak masih kecil dengan usia balita, mereka hanya bisa rewel dan merajuk.

Ok, kembali ke perkembangan sariwan yg sudah diberikan Kandistatin , setelah 1 hari berlalu , dan mungkin efek obatnya sudah bekerja , Puji Tuhan saya melihat yang tadinya ada pulau – pulau berwarna putih di lidahnya , berangsur mulai mengecil penampakan pulaunya. Hari kedua mungkin masih terasa tidak enak ketika makan jadi keponakan saya masih rewel dan suka menangis.

Obatnya pun tetap diberikan teratur sehari 3x , dan di hari- hari berikutnya kembali terlihat jelas perkembangan perbaikannya . Yang tadinya terlihat pulau putih mulai mengecil lalu mengecil dan akhirnya menghilang , senang sekali ketika keponakan saya mulai kembali pulih, ada napsu makannya , mulai mau makan yang lembek – lembek … mulai kembali ceria , dan tidurnya juga mulai kembali lelap , padahal waktu sedang terkena sariawan tersebut kalau malam tidurnya juga jadi gelisah.

Sungguh dialami oleh keluarga saya , bahwa produk Kandistatin dari PT Metiska Farma benar – benar produk yang berkhasiat dan cocok bahkan untuk anak kecil sekalipun.

Terima kasih saya ucapkan untuk Kandistatin dan tentunya kepada PT Metiska Farma tercinta !!

Penulis oleh: Ria
Artikel terkait lainnya