TISMALIN – Terbutaline sulfate
Terbutaline sulfate mempunyai efek mengurangi spasme bronki pada penyakit-penyakit asma dan bronkial. Bekerja selektif pada reseptor β2 dari otot-otot bronki dan mempunyai efek kardiovaskuler yang lemah.
Terbutaline sulfate mempunyai efek mengurangi spasme bronki pada penyakit-penyakit asma dan bronkial. Bekerja selektif pada reseptor β2 dari otot-otot bronki dan mempunyai efek kardiovaskuler yang lemah.
Tramazed diindikasikan untuk pengobatan nyeri akut jangka pendek.
Allopurinol dan metabolitnya Oxypurinol (Alloxanthine) dapat menurunkan produksi asam urat dengan menghambat Xanthine oxidase yaitu enzim yang dapat mengubah Hypoxanthine menjadi xantin dan mengubah xantin menjadi asam urat. Dengan menurunkan konsentrasi asam urat dalam darah dan urin, Allopurinol mencegah atau menurunkan endapan urat sehingga menjadi terjadinya Gout Arthritis dan Urate Nephropathy.
Ibuprofen adalah golongan obat antiinflamasi non-steroid dimana pada kadar 200-400 mg mempunyai efek sebagai analgesik (meringankan rasa nyeri) dan antipiretik (menurunkan demam).
Kotrimoksazol merupakan kombinasi 2 macam kemoterapik yakni Trimetoprim dan Sulfamethoxazol dengan perbandingan 1:5 yang memberikan efek bakterisid dengan spektrum luas. Kotrimoksazol menghambat biosintesis asam folinat mikroorganisme pada tahap yang berbeda secara beruntun. Apabila kedua zat tersebut dipergunakan masing-masing biasanya hanya memberi hasil yang bakteriostatik. Kotrimoksazol sering kali efektif terhadap mikroorganisme yang resisten terhadap Sulfamethoxazol tunggal. Kotrimoksazol invitro efektif terhadap kuman-kuman gram positif dan negatif termasuk Staphylococcus, Streptococcus, Escherichia coli, Haemophilus influenzae, Proteus, Salmonella, Shigella, Klebsiella, dan Enterobacter. Kotrimoksazol juga mempunyai khasiat sebagai antiprotozoa misalnya terhadap pneumocystis dan nocardia. Trimethoprim dan Sulfamethoxazol diabsorpsi dan dieliminasi dengan kecepatan yang sama. Setelah pemberian oral, konsentrasi puncak dalam darah tercapai setelah 1 – 4 jam dengan waktu paruh 12 jam. Kotrimoksazol diekskresikan melalui ginjal.
Ranitidine suatu histamin antagonis reseptor H2 menghambat kerja histamin secara kompetitif pada reseptor H2 dan mengurangi sekresi asam lambung.
Mefenamic acid merupakan kelompok antiinflamasi non-steroid, bekerja dengan cara menghambat sintesa prostaglandin dalam jaringan tubuh dengan menghambat enzim siklooksigenase sehingga mempunyai efek analgesik, antiinflamasi dan antipiretik.